Ramadhan tlah datang..gegap gempita segenap muslimin dan muslimat menyambutnya..tak terkecuali aku dan keluarga di rumah termasuk si kecil alif..keriuhan di rumah sudah dimulai sejak sehari sebelum ramadhan datang.. tentu saja alif jadi tertarik dan bertanya…”ada apa cih bunda?” tanyanya lucu.. “gak ada apa2 lif, cuma besok Insya Allah kita puasa yaa..” kataku menerangkan… “oh nanti kita sahu yaa..” aku berpikir dari mana juga ia tahu klu dini hari nanti akan bangun sahur? “iya nanti kita sahur, alif mau ikutan? tar bunda bangunin yaa” kataku lagi.. lantas membayangkan suasana dini hari nanti, pasti bakalan seru nihh….
01 Ramadhan.. jam 6.45wib..aku hendak berangkat ke kantor..dan ketika akan mencium kening alif yg masih tertidur pulas..tiba2 ia bangun dan mata indahnya membelalak… “haa…sahu ya bundaa..” katanya bersemangat.. duh aku jadi merasa bersalah..tidak membangunnya untuk ikut sahur tadi pagi..pdhal itu bisa menjadi ajang pembelajaran yg baik buat alif..ke depannya ia akan terbiasa puasa diusianya yg belia… aku membelai rambutnya.. dan meminta maaf..”maafin bunda ya alif, tadi pagi alif tidurnya pules, jadi bunda gak tega bangunin alif..tapi sekarang alif bunda temenin sahur yaa…alif sahur pake susu yaa…” aku membujuknya…ia mulai menangis…”bunda cihhh…alip ga dibanguninn…alip mau sahuu tauu..” dan sejurus kemudian…”huu…huuu…huaaaaaa…” tangisnya pecah…makin menyesal aku karenanya…menggendong alif aku membawanya menuju meja makan..duduk di pangkuan aku, alif masih menangis..menyalahkan aku kenapa tidak membangunnya sahur..”sekarang alif minum susu yaa..alif sahur sekarang..tapi nanti buka lagi yaa..jangan lama2 kan masih kecil dan baru latihan yaa…” aku membujuknya lagi..berharap ia tertarik dengan kalimat aku.. dan alhamdulillah…berhasil..
saat melepas kepergianku ke kantor ia berlaku amat manis..mencium tanganku dan minta di doakan… lagi2 justru tingkahnya membuat aku makin merasa bersalah….
hari pertama ramadhan alhamdulillah dapat di jalani dengan baik (insya Allah)..selepas sholat tarawih, lantas membaca Al Quran..lagi2 aku dikejutkan oleh pertanyaan alif.”bunda…qu’an (qur’an) alip mana..kan alip minta dibeliin qu’an kayak punya bunda..tapi yang keci (kecil) aja…kan alip masih keci jadi qu’an nya juga keci yaa.” katanya sambil membuat gerakan tangan kecil… aku sejenak tertegun..Masya Allah aku benar2 lupa dan ingin menangis, kemarin saat meminta dibangunkan ikut sahur alif juga meminta dibelikan Al Quran kecil untuknya, kemarin aku menganggap ia hanya bercanda..hanya sekilas permintaannya dan tidak serius, tapi ternyata ia menanyakannya lagi “maafin bunda ya, bunda lupa lif….?” aku merasa sangat bersalah, alif terdiam..aku memeluknya…”alif mau baca Qur an juga yaa “tanyaku sambil mencium keningnya “iya, alip mau baca…kaya bunda..tuh” suaranya lirih…”bunda janji nanti bunda, bawain yaa..”aku terharu..tiba2 mataku perih…alif mengangguk anggukkan kepalanya dengan riang.. tanda ia setuju dan kali ini aku benar2 menitikkan air mata… menangis…duh Allah..betapa aku sering melalaikan amanahMu yang pintar dan menyejukkan hati ini..betapa sering aku menyakiti perasaan alif, lupa dgn janjiku sendiri kepadanya..dan hal lain yang rasanya malu untuk aku sebut satu persatu…
Ya Allah Ya Rabb Ya Rahman Ya Rahimm..bantulah aku dan bimbing aku untuk menjaga amanahMu dengan baik..sekiranya tiada aku berkesempatan berilah ia pendamping yang kan menjaga dan menyanginya seperti Engkau menjaga dan menyayangi aku…