sudah beberapa hari ini sebuah tukak dengan manisnya dan tanpa malu-malu bertengger di pinggir lidah bagian kiri, nama kerennya sariawan..sakit..terlalu sakit malah, tapi biarlah nanti juga sembuh sendiri, begitu selalu pikir aku…dan ternyata nih sariawan gak mau sembuh sendiri, malah justru bikin aku menderita sendiri..dibalik penderitaan aku merasa bersyukur juga karena dapat perhatian yang begitu manis dari alif ku sayang…hehehe
ceritanya begini..
hari senin kurang lebih pukul 19.30, aku meringis sendirian di depan tv, alif lagi sibuk main sama sepupunya..ia mendekati aku “kenapa bun?” aku memasang mimik meringis sebagai jawaban sambil memegang pipi sebelah kiri..”bunda, cakit ya?” tanya dengan cadel, mimiknya lucu berubah khawatir..aku tertawa dalam hati “iya nih, sakit banget lif” aku memasang wajah lebih meringis dan seolah-olah mau menangis, “cakit apa bunda?” alif memegang tanganku “sariawan, nih alif liat deh, sakit banget” kataku sambil membuka mulut dan menunjukkan sariawan itu… dan sontak alif menjerit “waaa….takut bundaaaa!!!” alif mundur selangkah…gantian aku sekarang yang beneran takut…apa segitu menyeramkannya tampang tuh sariawan?? “kok takut lif, emang kenapa?” tanyaku smbil menarik tangannya, “gak apa2 bunda, ada cacingnya…” katanya serius “waaa….cacing yang bener lif” gantian aku yang menjerit, alif tertawa-tawa…”gak apa2 bunda, cacingnya lagi cari barang” kata alif lagi… dalam hati nih anak tau kalimat seperti itu dari mana seh, lagian cacing mo nyari barang apa jauh bener sampe ke mulut aku…hiiiii
kembali aku serius pasang tampang meringis sedih dan berhasil, “bunda cini, buka mulutnya alif tiupin” alif menyentuh pipiku…duuh manisnya nih anak… aku menurut membuka mulut, alif ragu-ragu..sepertinya dia masih takut melihat tampang sariawan dan urat di balik lidahku yang dia sebut cacing…hehehe.. aku dekatkan wajahku ke wajah alif sambil membuka mulut lebar2..alif mengambil ancang2 akan memberi tiupan…begitu mulutnya yang bersiap monyong utk meniupkan nafas tepat berada di depan wajahku, aku membuat gerakan seakan-akan menerkam alif…”auummm…”kataku…dan “waaaa….” ia menjerit kaget…hehehe…aku tertawa terbahak…alif cemberut…”alif kaget tau, bunda” katanya ngambek, “maafin bunda ya sayang, hehehe” aku cengengesan…”tiupin lagi dong” kataku…dan alif kali ini meniup sariawan aku dengan semangat..ia begitu serius…walau masih ada gurat takut di wajahnya…hihii
beberapa saat kemudian, “udah ya bunda, tiupnya, cekalang bunda ke doktey gih, bial di kacih obat” alif menasehati aku, tangan kecilnya melayang-layang diudara selama ia berbicara, aku tersenyum..dan memeluknya…duh manisnya nih anak, aku membatin.
esok harinya sepulang kerja, alif buru2 menanyakan sariawanku, aku jawab masih sakit.. dan ia berpaling ke omanya…..”oma, oma punya obat gak” tanya alif..”obat apa alif?” oma balik bertanya…”obat lidah, buat bunda..”kata alif sambil menunjuk ke arah aku…aku dan ibuku tertawa ” yaa…oma gak punya lif” kata oma…”yaaa…nanti bundanya alip gimana dong, bunda ke doktey gih..” alif terlihat sangat khawatir…aku jadi terenyuh…aku merangkulnya…menciumnya…”makasih ya lif, alif sayang ya sama bunda, bunda jg sayang sm alif, bentar lagi sariawan bunda sembuh kok” kataku menenangkan alif…ia memelukku
Ya Allah…alif kecil begitu perhatiannya…seolah-olah ia tau rasa sakitku karena sariawan, sariawan kali ini emang bener2 bikin merem melek….baru aja sariawan tapi semua serba gak enak, gak enak makan, tidur bahkan gak bisa bacain buku buat alif…karena utk bicara aja sakitnya maknyoosss…untungnya alif begitu sangat pengertian… aku sendiri heran..di usianya yang masih balita tapi sudah menunjukkan sikap empati terhadap orang lain..
“alif sayang, alif membuat bunda berjanji utk selalu berusaha memberi dan mewujudkan yang terbaik buat alif..”